Penyebab Guardiola Dapat Meninggalkan Kota Man untuk Juventus: The Ball

MANCHESTER – Josep Guardiola baru saja membawa Manchester City untuk memenangkan trofi Liga Premier 2018-2019. Meskipun hanya mengantarkan Man City menjadi yang terbaik di Tanah Inggris plus masih terikat kontrak hingga 30 Juni 2021, tidak ada jaminan Guardiola akan terus menangani Manchester Blue musim depan.

Itu karena Man City berpotensi dihukum oleh Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA), yang diduga dipompa oleh Warga Negara & # 39; manajemen pada tahun 2015. Akibatnya, Man City dapat dilarang tampil di Liga Champions selama satu musim dan berlaku efektif pada 201-2020.

Manchester City

Jika hukuman dijatuhkan, bukan tak mungkin Guardiola akan meninggalkan Stadion Etihad. Karena, sejak menjadi pelatih klub profesional pada 2008-2009, pelatih 48 tahun itu selalu membesarkan timnya di Liga Champions.

BACA JUGA: Man City Dilarang Tampil di Liga Champions, Guardiola ke Juventus?

Karena tidak mengherankan, pelatih asal Spanyol ini telah mengumpulkan dua trofi Big Ear, tepatnya pada 2008-2009 dan 2010-2011. Namun, Guardiola belum cukup lama memenangkan trofi Liga Champions.

Setelah meninggalkan Barcelona pada 2012, prestasi terbaik Guardiola adalah mengantarkan Bayern Munich ke semi final edisi 2013-2014, 2014-2015 dan 2015-2016. Sementara dengan Man City, prestasi terbaiknya hanya lolos ke perempat final 2017-2018 dan 2018-2019.

Josep Guardiola

(Guardiola saat menangani Barcelona pada 2008-2009)

Karena alasan itu, sangat mungkin Guardiola membelot ke Juventus, klub yang diketahui tertarik menggunakan jasa pelatih Spanyol. Apalagi Juventus memiliki ambisi besar di setiap musim, yaitu memenangkan trofi Liga Champions.

(Ram)

BEBAS! Uji kesiapan Anda untuk menghadapi SBMPTN 2019 di 2019 Tryout SBMPTN Online. Daftar dan masuk DI SINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *